BRI sebagai bank milik negara tidak boleh hanya mau meraup keuntungan dari tabungan masyarakat, tetapi cuci tangan saat sistem internalnya menjebol isi rekening nasabah kecil.

Memending potongan di bulan Juli 2026 adalah awal yang baik, namun mengembalikan seluruh uang pemotongan masa lalu dan hak SK pensiun asli Abdul Hamid adalah satu-satunya cara bagi BRI untuk membayar utang moral serta sosialnya.***