SAMPANG, MaduraPost - Di balik setiap pengungkapan kasus kriminal, terdapat kerja panjang yang jarang terlihat publik. Berhari-hari melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, hingga memastikan setiap perkara dapat diproses sesuai hukum. Ritme itulah yang kini menjadi keseharian Kasatreskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, sejak dipercaya memimpin Satuan Reserse Kriminal Polres Sampang pada akhir Oktober 2025. 
 

Dalam waktu kurang dari setahun, perwira pertama Polri tersebut berhasil membawa Satreskrim Polres Sampang mencatat sejumlah capaian penting. Mulai dari pengungkapan jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah, penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak, hingga berbagai tindak pidana yang menjadi perhatian masyarakat. 
 

Puncak apresiasi terhadap kinerja tersebut datang pada Rabu (15/7/2026). Dalam upacara pemberian penghargaan yang dipimpin langsung Kapolres Sampang AKBP Hartono, Iptu Nur Fajri Alim bersama delapan personel Satreskrim menerima penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan mengungkap sejumlah kasus menonjol di wilayah hukum Polres Sampang
 

Penghargaan itu bukan sekadar seremoni. Di baliknya terdapat capaian yang berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat.

Satreskrim Polres Sampang berhasil mengungkap perkara kekerasan seksual terhadap anak dengan menetapkan 27 tersangka dalam serangkaian penanganan perkara. Selain itu, tim yang dipimpinnya juga membongkar jaringan curanmor lintas wilayah dengan mengungkap 31 tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan 15 unit sepeda motor sebagai barang bukti, serta menangkap delapan pelaku
 

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Satreskrim Polres Sampang sepanjang 2026.

Dalam amanatnya, Kapolres Sampang AKBP Hartono menegaskan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme anggota.

“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi dan loyalitas anggota. Kerja keras harus dibalas dengan penghargaan,” kata AKBP Hartono. 
 

Kepemimpinan yang Berorientasi Hasil