SUMENEP, MaduraPost - Maharaya Festival 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, disiapkan bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni tari.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, festival ini dikemas sebagai wadah yang menghubungkan pertunjukan, proses kreatif, forum diskusi, hingga apresiasi karya dalam satu rangkaian kegiatan.

Dengan mengusung tema besar seni tari, penyelenggara memadukan unsur hiburan dan pendidikan agar festival tidak berhenti sebagai tontonan semata, tetapi juga menjadi ruang pengembangan bagi para pelaku seni.

Inisiator Maharaya Festival, Nur Khalis menjelaskan, seluruh agenda disusun saling berkaitan untuk membangun ekosistem tari yang lebih kuat.

Menurutnya, setiap tahapan, mulai penciptaan karya hingga pertunjukan, memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya inovasi baru.

"Festival ini kami rancang sebagai event yang terintegrasi. Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menyediakan ruang belajar dan bertukar pengetahuan bagi pelaku seni tari," kata Nur Khalis di Sumenep, Rabu (15/7).

Pada sisi rekreatif, Maharaya Festival menghadirkan Festival Menari yang akan berlangsung pada 1 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 WIB.

Atraksi tersebut memanfaatkan ruas jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer sebagai panggung utama dan melibatkan peserta dari kategori anak maupun dewasa.

Rangkaian festival kemudian ditutup melalui Puncak Maharaya Chapter Satu pada 2 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB.