SUMENEP, MaduraPost - Koordinator Wilayah (Korwil) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sumenep, Moh. Kholilurrahman, menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep akan terus dievaluasi agar manfaatnya semakin optimal bagi para penerima manfaat.

Menurutnya, setiap masukan, kritik, maupun saran dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan program nasional tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kholilurrahman dalam forum Focus Group Discussion (FGD) "NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?" yang digelar DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, MBG merupakan program strategis pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Karena itu, ia menilai pelaksanaan program tidak bisa dilepaskan dari proses evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Setiap program yang baru berjalan tentu memiliki dinamika di lapangan. Masukan dari masyarakat, media, maupun pemerintah daerah menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik dari waktu ke waktu," ujarnya, Kamis siang.

Kholil mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi makanan berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap kualitas makanan, tetapi juga menyangkut kebersihan dapur, keamanan pangan, proses distribusi, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.

Ia menegaskan, apabila ditemukan kendala di lapangan, baik terkait kualitas makanan, pelayanan, maupun administrasi, seluruh pengelola SPPG diwajibkan segera melakukan pembenahan.