"Kami tidak menutup diri terhadap kritik. Justru setiap masukan menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal," katanya.
Kholil juga mengapresiasi keterlibatan media dalam mengawal pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta sangat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
"Media memiliki peran strategis sebagai mitra pengawasan. Kritik yang disampaikan secara objektif akan menjadi masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program," tuturnya.
Ia menjelaskan, perkembangan Program MBG di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren yang cukup positif. Jumlah SPPG terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kepada peserta didik di berbagai wilayah.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam memperluas jangkauan layanan hingga wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis berbeda dengan wilayah daratan.
Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pelaksanaan MBG dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara merata.
"Kami ingin seluruh anak di Kabupaten Sumenep memperoleh kesempatan yang sama untuk menerima makanan bergizi. Wilayah kepulauan juga menjadi perhatian karena membutuhkan pola pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi geografisnya," jelasnya.
Selain pemerataan layanan, Kholil berharap seluruh pihak tidak hanya melihat Program MBG dari berbagai persoalan yang muncul di awal pelaksanaan. Menurutnya, manfaat jangka panjang program jauh lebih besar karena berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas generasi mendatang.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal program tersebut agar terus berkembang melalui evaluasi dan kolaborasi.