SUMENEP, MaduraPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sapeken 2, Kabupaten Sumenep, dilaporkan tidak berjalan sejak awal jadwal operasional pada Senin (13/7/2026).

Kondisi tersebut dipicu karena Kepala SPPG berinisial AH disebut tidak diketahui keberadaannya, sehingga aktivitas produksi hingga penyaluran makanan bergizi kepada para penerima manfaat (PM) berhenti total.

Merespons persoalan itu, seluruh relawan dan pegawai SPPG Sapeken 2 menyusun laporan khusus (Lapsus) yang ditandatangani bersama.

Dokumen tersebut telah disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) melalui jalur koordinasi, sekaligus diteruskan kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) Sapeken sebagai bentuk keberatan atas kondisi yang terjadi.

Akuntan SPPG Sapeken 2, Chrisna Sangandea F.M., mewakili para relawan menjelaskan, AH terakhir kali terlihat berada di dapur pada 19 Juni 2026. Setelah itu, berbagai upaya komunikasi yang dilakukan oleh relawan, pegawai, hingga mitra penyelenggara tidak pernah memperoleh tanggapan.

"Kami bersama PIC dan seluruh relawan sudah mengajukan Lapsus kepada pihak yang berwenang di Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Korcam Sapeken dan Korwil Sumenep," kata Chrisna, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan, berbagai upaya menghubungi kepala SPPG tersebut telah dilakukan berulang kali. Namun hingga kini, tidak ada respons yang diterima dari yang bersangkutan.

Chrisna juga mengungkapkan, sebelum tidak lagi diketahui keberadaannya, AH disebut sudah jarang berada di lokasi dapur.

Menurutnya, sebagian pekerjaan lebih banyak dilakukan dari kediamannya di Kalisangka, Kecamatan Kangean.