SUMENEP, MaduraPost - Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai menyimpan peluang besar untuk memperkuat perekonomian daerah.
Karena itu, pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal dipandang perlu dilakukan secara lebih terencana agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Beragam potensi wisata tersebar di sejumlah kawasan, mulai dari pantai, gugusan pulau, hingga destinasi yang mengandalkan pesona alam dan kearifan budaya setempat.
Meski demikian, pengembangan kawasan tersebut masih memerlukan dukungan infrastruktur, kemudahan akses, dan sistem pengelolaan yang berkesinambungan.
Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dul Siam, menilai pemanfaatan potensi alam sebagai destinasi wisata dapat menjadi strategi penting untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor pariwisata tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Untuk meningkatkan PAD agar lompatannya maksimal, maka pemerintah kabupaten harus serius membuka sumber daya alam potensial untuk dikelola menjadi objek wisata,” kata Dul Siam, Sabtu (18/7).»
Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak cukup bertumpu pada keindahan alam semata. Pemerintah daerah juga harus memastikan tersedianya infrastruktur pendukung agar setiap lokasi wisata mudah diakses dan memiliki daya saing.
“Banyak daerah di Sumenep yang memiliki potensi alam. Pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan infrastrukturnya,” ujarnya.
Menurutnya, jika dikelola secara optimal, sektor pariwisata berbasis potensi lokal mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Kehadiran destinasi wisata baru diyakini akan mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, usaha kuliner, hingga berbagai layanan penunjang pariwisata.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengungkapkan, target PAD Kabupaten Sumenep pada tahun ini dipatok sebesar Rp334,30 miliar.
Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD telah mencapai Rp166,04 miliar atau sekitar 49,67 persen dari target yang ditetapkan.
Ferdiansyah mengatakan, penguatan sektor-sektor potensial, termasuk pengembangan wisata berbasis sumber daya alam, menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
“Dengan optimalisasi potensi wisata berbasis sumber daya alam, diharapkan kontribusi terhadap PAD terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemanfaatan kekayaan alam melalui sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi sumber penerimaan baru bagi pemerintah daerah, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.***