Menurutnya, jika dikelola secara optimal, sektor pariwisata berbasis potensi lokal mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Kehadiran destinasi wisata baru diyakini akan mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, usaha kuliner, hingga berbagai layanan penunjang pariwisata.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengungkapkan, target PAD Kabupaten Sumenep pada tahun ini dipatok sebesar Rp334,30 miliar.
Hingga pertengahan tahun, realisasi PAD telah mencapai Rp166,04 miliar atau sekitar 49,67 persen dari target yang ditetapkan.
Ferdiansyah mengatakan, penguatan sektor-sektor potensial, termasuk pengembangan wisata berbasis sumber daya alam, menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
“Dengan optimalisasi potensi wisata berbasis sumber daya alam, diharapkan kontribusi terhadap PAD terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Pemanfaatan kekayaan alam melalui sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi sumber penerimaan baru bagi pemerintah daerah, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.***