PAMEKASAN, MaduraPost - Masyarakat Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan menolak dengan keras berdirinya Toko modern Indomaret yang berada di Jl.Raya Palengaan tepatnya di Desa Panaan.

Berdasarkan pantauan Wartawan, Pembangunan Indomaret di Desa Panaan berada di dekat pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata.

Hingga saat ini, Pembangunan sudah hampir mencapai 80 persen dan berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, Indomaret tersebut ditarget bisa operasional Agustus 2026.

Namun demikian, Sejumlah tokoh Masyarakat dan alumni pondok Pesantren yang berada di Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan meminta agar pembangunan Indomaret di Desa Panaan dibatalkan.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Abd Basid, Bahwa berdirinya Indomaret di Desa Panaan tidak melalui sosialisasi kepada Masyarakat dan dianggap akan mengganggu terhadap kearifan lokal masyarakat Palengaan yang notabene sebagai kaum santri.

"Saya atas nama warga dan satri, menolak pembangunan Indomaret di Desa Panaan, karena akan merusak tatanan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar pesantren," Kata Abd Basit. Ahad (19/07/26).

Selain itu, Abd Basit mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat sekitar agar Pembangunan Indomaret di Desa Panaan digagalkan.

"Besok kami akan menemui Camat Palengaan dan beberapa pihak terkait, tujuannya meminta agar pembangunan Indomaret di Desa Panaan di Stop," Tegas Basit.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengancam apabila pembangunan Indomaret di Desa Panaan masih dilanjutkan, dirinya bersama warga mengancam akan melakukan aksi penolakan.