BANGKALAN, MaduraPost - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mulai mengarahkan hasil penelitian dan inovasi kampus agar memiliki manfaat yang lebih konkret di luar lingkungan akademik.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni memanfaatkan ruang di lantai satu Gedung Rektorat UTM menjadi kafe. Ruang tersebut disiapkan bukan hanya sebagai tempat makan dan minum, tetapi juga sebagai wadah untuk mempertemukan riset, inovasi, kewirausahaan dan kebutuhan dunia usaha.

Pengembangan kafe ini diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengelola Usaha (BPU) UTM.

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ mengatakan, keberadaan ruang tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi hasil riset dosen untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan di lingkungan perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti pada publikasi ilmiah.

Riset inovasi tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi juga ada hilirisasi,” ujar Prof. Safi’, Kamis (27/8/2026).

Melalui kafe tersebut, berbagai produk hasil penelitian dan inovasi yang dinilai memiliki prospek dapat diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Konsep itu diharapkan menjadi penghubung antara hasil penelitian di kampus dengan kebutuhan masyarakat dan pasar. Dengan demikian, luaran penelitian tidak hanya berupa artikel ilmiah, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk produk maupun inovasi yang bisa dimanfaatkan.

Prof. Safi’ menilai hilirisasi menjadi bagian penting dalam memastikan gagasan yang lahir dari kampus tidak berhenti sebagai konsep.