Kafe di Gedung Rektorat UTM juga disiapkan sebagai ruang interaksi bagi sivitas akademika maupun tamu dari luar kampus.

Dosen, mahasiswa, pimpinan universitas hingga tamu yang datang ke lingkungan rektorat dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk berdiskusi maupun melakukan pertemuan.

Area terbuka yang dilengkapi kanopi turut menambah fungsi ruang tersebut untuk berbagai kegiatan.

Prof. Safi’ mengatakan keberadaan kafe dapat menjadi alternatif bagi pimpinan universitas ketika menerima tamu.

“Barangkali nanti tamu-tamu, baik yang ke rektor, para wakil rektor dan pimpinan lainnya yang ada di rektorat itu nanti menemuinya tidak usah di ruangannya, bisa di sini,” ujarnya.

UTM tidak menutup kemungkinan konsep tersebut dikembangkan ke luar lingkungan kampus. Namun, optimalisasi pengelolaan di internal universitas menjadi langkah yang akan didahulukan.

“Untuk pengembangan keluar sangat terbuka, cuma yang jelas kita optimalkan di dalam dulu,” pungkasnya.

Kehadiran kafe di lantai satu Gedung Rektorat UTM pun diarahkan lebih dari sekadar fasilitas komersial. Ruang tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun ekosistem yang mempertemukan penelitian, inovasi, pembelajaran kewirausahaan dan kebutuhan dunia usaha.

Dengan konsep itu, UTM mendorong hasil riset agar tidak berhenti di laporan maupun jurnal, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk, membuka kesempatan usaha dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***