SAMPANG, MaduraPost – Antrean kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.692.12 di Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).
Padatnya antrean membuat sejumlah pengendara mengeluhkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken turut menjadi perhatian pengguna jalan yang sedang menunggu giliran.
Sejumlah pengendara mempertanyakan pola pelayanan di SPBU tersebut, terutama ketika kendaraan harus mengantre cukup panjang, sementara pengisian BBM menggunakan wadah jeriken disebut masih berlangsung.
Salah seorang pengendara KA (inisial) yang ditemui di lokasi mengaku kecewa karena tidak dapat mengisi Pertalite sesuai kebutuhannya. Ia mengatakan barcode yang digunakannya untuk transaksi disebut oleh petugas dalam kondisi terblokir.
Menurut dia, petugas kemudian hanya memperbolehkan pengisian BBM dengan nominal maksimal Rp100 ribu.
"Saya mau mengisi Pertalite, tetapi barcode saya katanya terblokir. Kalau tetap mau mengisi, katanya maksimal Rp100 ribu. Padahal saya masih harus menempuh perjalanan jauh,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan alasan pembatasan tersebut, terlebih dirinya harus berada dalam antrean bersama kendaraan lain yang juga membutuhkan BBM.
Keluhan pengendara semakin mengemuka setelah mereka melihat adanya aktivitas pengisian BBM ke jeriken. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, pengisian tersebut diduga dilakukan dengan bantuan seorang oknum karyawan SPBU.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian mekanisme pengisian BBM menggunakan jeriken dengan ketentuan penyaluran yang berlaku, khususnya karena Pertalite merupakan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).