YOGYAKARTA, MaduraPost - Bagi pelaku UMKM di pulau kecil, membuat produk bukan satu-satunya tantangan. Menemukan pembeli di luar wilayah juga menjadi pekerjaan tersendiri.

Persoalan itulah yang kini dihadapi Kelompok UMKM Kerajinan Santigi di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Produk berbahan kayu buatan mereka sudah dipesan dari berbagai daerah, tetapi pemasaran digital belum berjalan maksimal karena keterbatasan jaringan internet.

Kelompok yang beranggotakan enam orang tersebut mampu menghasilkan omzet sekitar Rp4 juta dalam sebulan. Pesanan pun disebut tetap datang setiap bulan.

“Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkap Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat, Jumat (18/9).

Produk yang dibuat cukup beragam. Ada miniatur kapal, miniatur samurai, hingga gelang. Untuk produk tertentu, pembeli dapat menentukan bentuk yang diinginkan dan memesannya terlebih dahulu. Sementara gelang diproduksi dengan stok yang tersedia.

“Tapi untuk gelang, stoknya selalu ready,” jelasnya.

Selama ini, pemasaran masih lebih banyak mengandalkan cara konvensional. Upaya memanfaatkan media sosial sebenarnya telah dicoba, termasuk melalui Facebook.

Namun, kondisi jaringan internet di wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala untuk mengembangkan penjualan secara daring.