“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kesempatan tampil dalam pameran UMKM pada Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta menjadi penting bagi kelompok tersebut. Produk Kerajinan Santigi dibawa Kangean Energy Indonesia (KEI) untuk diperkenalkan kepada jaringan yang lebih luas.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (17/9/2026) itu menjadi salah satu ruang promosi bagi UMKM binaan perusahaan yang beroperasi di wilayah hulu migas tersebut.

KEI selama ini menjalankan pembinaan UMKM melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Program itu menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan, termasuk pelaku usaha di Kecamatan Sapeken dan Raas.

Bagi SKK Migas, mempertemukan produk UMKM binaan KKKS dengan jaringan media dari berbagai daerah dapat membuka peluang promosi baru, terutama bagi produk yang berasal dari wilayah kepulauan.

Kepala Perwakilan SKK Migas Perwakilan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pamer produk.

"Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM Binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi," ujar Anggono.

Bagi KEI, persoalan pemasaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan UMKM. Karena itu, pendampingan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan membuat produk, tetapi juga diarahkan agar produk memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar.

Manager Public & Government Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho mengatakan, penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi menjadi salah satu perhatian perusahaan.