“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya, Kamis (17/9/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan dengan melibatkan tenaga yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan pelaku usaha, termasuk untuk membantu sisi pemasaran.
“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.
Kerajinan Santigi bukan usaha yang baru tumbuh. Kelompok tersebut telah menjadi mitra binaan KEI sejak 2007. Sebelum memperoleh pembinaan, masyarakat Pagerungan Besar sudah lebih dulu mengembangkan kerajinan berbahan kayu, meski saat itu peralatan produksi masih sederhana.
Dukungan kemudian diberikan dalam bentuk pelatihan, peralatan kerja dan promosi. Perubahan terlihat pada proses produksi yang kini mulai menggunakan mesin, di antaranya gerinda dan bor.
Hidayat bilang, bantuan peralatan tersebut membuat pekerjaan pembuatan kerajinan lebih terbantu. Produksi dikerjakan bersama enam anggota kelompok dengan pembagian tugas sesuai jenis pekerjaan.
“Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” kata Hidayat.
Pengerjaan produk juga melibatkan anggota perempuan pada tahap penghalusan dan finishing. Sementara pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, seperti membentuk model kerajinan, dikerjakan anggota laki-laki.
Aktivitas tersebut bahkan turut melibatkan sejumlah pelajar.