SUMENEP, MaduraPost - Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum memberikan penjelasan terkait polemik yang menyeret nama Ahmadi Yazid, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Persoalan tersebut menjadi perhatian setelah sebuah foto yang diduga menampilkan Ahmadi Yazid bersama seorang perempuan beredar di media sosial TikTok.
Peredaran foto itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai sikap lembaga etik DPRD Sumenep terhadap persoalan tersebut.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari Ketua BK DPRD Sumenep, dr. Virzanninda Busryo, mengenai apakah pihaknya telah menerima informasi tersebut atau mengambil langkah untuk menelusurinya.
Upaya konfirmasi kepada Virzanninda juga belum memperoleh tanggapan. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp tidak mendapat balasan. Panggilan telepon pun belum berhasil tersambung.
Kondisi tersebut berbeda dengan respons Virzanninda ketika BK DPRD Sumenep menghadapi persoalan yang melibatkan anggota Fraksi PDIP, Eka Bhagas Nur Ardiansyah.
Kala itu, Eka menjadi perhatian setelah terekam sedang merokok dalam forum rapat DPRD Sumenep. Virzanninda menyatakan BK DPRD Sumenep akan mengambil langkah terhadap anggota dewan yang kedapatan melakukan tindakan serupa dan menjadi perbincangan publik.
“Intinya BK akan menindaklanjuti teman-teman yang ketahuan viral ada yang tidur dan merokok di forum rapat. Pasti akan kami sounding dan memberikan teguran,” ujarnya Rabu (12/8/2026) lalu.
Perbedaan respons tersebut kini turut menjadi perhatian dalam polemik Ahmadi Yazid. Publik menunggu apakah BK DPRD Sumenep akan memberikan penjelasan atau mengambil langkah yang sama sebagaimana dilakukan terhadap persoalan sebelumnya.