BANGKALAN, Madurapost.id - ada 12 nama fiktif yang ditemukan masuk dalam daftar penerima insentif Guru Madrasah Diniyah (Madin) di kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan. Kamis (27/08/2020).

Aduan itu disampaikan oleh Ustaz Abdul Hasib Tim Verifikator sekaligus Pengawas Penerima Guru Madin di Kecamatan Kamal. bahwa ke 12 penerima intensif guru Madin itu berasal dari lembaga yang berbeda-beda.

Bahkan dirinya sampai mensurvei ke lapangan untuk memastikan kebenaran data penerima intensif guru Madin di kecamatan kamal itu, namun pihaknya mendapat jawaban bahwa 12 nama itu tidak terdaftar seorang guru.

"12 nama itu diantaranya berinisial S, MSN, SY, dan M asal Desa Tanjung Jati. Kemudian inisial K, I, dan RMS dari Kamal, MH dari Kebun, dan APTP dari Bangkalan, mereka menerima insentif sebesar Rp 200 ribu per bulan di tahun 2020. Padahal mereka tidak berprofesi sebagai guru madin," ujarnya.

Lanjut Abdul Hasib, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa yang memasukkan data fiktif tersebut. Karena pada data awal ke- 12 nama itu tidak masuk dalam daftar guru penerima insentif guru Madin di kecamatan Kamal.