"ini diselundupkan ke lembaganya orang lain," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Koordinator Guru Madin verval tingkat Bangkalan, membantah atas temuan 12 nama fiktif penerima insentif guru Madin di lingkungan kecamatan Kamal, Bangkalan. Menurutnya, nama-nama tersebut sudah dicoret.

"Hal itu tidak benar, setelah di verifikasi ulang nama-nama itu sudah tidak ada, sudah dicoret, diverifikasi ulang sebelum dilakukan validasi." Terangnya.

Tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika, terkait 12 nama fiktif penerima intensif guru madin saat dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan, bahwa saat ini dirinya belum menerima surat aduan tertulis. Namun pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan pencairan selanjutnya data harus disandingkan dan disesuaikan dengan data DTKS di Dinas Sosial.