SUMENEP, MaduraPost - Rokok Makayasa mulai menggarap sejumlah kantong pasar baru dengan memperlebar jaringan distribusinya.
Tak hanya menyisir wilayah Jawa Timur, perusahaan di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara itu juga mulai masuk ke pasar luar Pulau Jawa.
Di Jawa Timur, pengembangan jaringan diarahkan ke kawasan yang mencakup Madiun, Pacitan, Ngawi, Magetan, hingga Ponorogo. Madiun diposisikan sebagai hub sekaligus pusat koordinasi distribusi untuk wilayah pemasaran baru tersebut.
Langkah serupa dilakukan di luar Jawa. Makayasa mulai membuka jalur pemasaran di Batam dan sejumlah daerah di Kepulauan Riau dengan menggandeng warung serta toko ritel sebagai ujung tombak penjualan.
Dari jaringan yang mulai dibangun, sekitar 300 warung dan toko ritel telah menjadi bagian dari tahap awal pembukaan pasar. Jumlah tersebut menjadi pijakan awal perusahaan sebelum memperluas distribusi ke titik-titik penjualan lainnya.
CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi atau yang akrab disapa H. Adi mengataka, perusahaan sengaja memasang target penjualan awal yang terukur. Untuk bulan pertama, setiap warung atau toko ritel ditargetkan menjual tiga pres rokok.
“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujar H. Adi, Rabu (9/9) petang.
Menurut dia, angka tersebut disesuaikan dengan kondisi jaringan pemasaran yang masih dalam tahap awal. Terlebih, tenaga sales dan promotor yang diterjunkan di wilayah baru juga baru dibentuk.
“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” katanya.