H. Adi menuturkan, fase pertama pembukaan pasar bukan semata-mata mengejar angka penjualan. Perusahaan perlu terlebih dahulu memastikan jaringan distribusi berjalan, produk dikenal konsumen, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai karakter pasar di masing-masing daerah.
"Dengan target yang terukur, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan," ungkapnya.
Evaluasi penjualan akan menjadi tahapan berikutnya. Setelah jaringan berjalan, manajemen akan melihat respons konsumen serta perkembangan penjualan sebelum menentukan langkah lanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pertumbuhan jaringan tidak berlangsung secara sporadis. Sebaliknya, setiap titik penjualan diharapkan mampu menjadi bagian dari jaringan distribusi yang terus berkembang.
"Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PT Mahaputra Nusantara memperluas jaringan pemasaran Rokok Makayasa secara bertahap," tuturnya.
Manajemen menilai perluasan pasar harus diimbangi dengan kesiapan distribusi dan kemampuan sales maupun promotor di lapangan. Karena itu, pertumbuhan jumlah toko tidak akan dilepaskan dari kapasitas jaringan yang menopangnya.
Dengan pola tersebut, pembukaan pasar baru diarahkan bukan hanya untuk meningkatkan volume penjualan, tetapi juga membangun fondasi distribusi yang dapat menopang pertumbuhan Makayasa dalam jangka panjang.***