Salah satu yang paling menyita perhatian adalah perbedaan keterangan mengenai dokumen kredit.

Di satu sisi, terdakwa disebut menerangkan bahwa berkas yang dibawa kepada korban masih kosong. Di sisi lain, keterangan dari pihak Account Officer (AO) justru menyebut dokumen telah terisi lengkap.

Dua pernyataan yang berbeda untuk satu dokumen yang sama.

Perbedaan itu tampak sederhana. Namun dalam dunia perbankan, detail semacam itu bisa menentukan arah sebuah perkara.

Jika dokumen memang kosong, siapa yang kemudian mengisinya?

Jika dokumen sudah lengkap, kapan dan di mana proses pengisian dilakukan?

Dan yang lebih penting, siapa saja yang mengetahui proses tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus bergema di ruang sidang.

Dalam struktur perbankan, seorang AO bukanlah pihak yang bekerja sendirian.