Sebuah kredit tidak serta-merta cair hanya karena ada seorang petugas lapangan yang membawa dokumen kepada nasabah. Ada mata rantai yang lebih panjang.

Di belakang seorang AO terdapat analis kredit yang bertugas menilai kelayakan pinjaman. Ada penyelia yang melakukan pengawasan. Ada pimpinan yang memberikan persetujuan akhir.

Karena itulah publik mulai menyoroti satu pertanyaan yang hingga kini belum terjawab.

Siapa analis kredit yang memeriksa berkas Abdul Hamid?

Siapa penyelia yang memberikan rekomendasi?

Dan siapa pimpinan yang menandatangani persetujuan kredit tersebut?

Pertanyaan itu sebenarnya sudah diajukan secara resmi melalui surat konfirmasi kepada pimpinan baru BRI Sumenep, Ali Topan.

Namun hingga kini belum ada jawaban yang disampaikan kepada publik.

Keheningan itu justru membuat rasa penasaran semakin besar.