PAMEKASAN, MaduraPost - Pernyataan Ketua Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, yang mengajak masyarakat untuk "jâgâ daporra dibik" atau "menjaga dapurnya sendiri", mendapat tanggapan dari alumni UIN Madura sekaligus Ketua GEMPUR, Moh. Zainal Arifin.
Sebelumnya, Prof. Achmad Muhlis yang juga Guru Besar Sosiologi Pendidikan UIN Madura menyampaikan pernyataan tersebut saat menyinggung fenomena kritik yang dinilai berstandar ganda di Kabupaten Pamekasan melalui pemberitaan di salah satu media beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal itu, Zainal Arifin menilai pesan tersebut akan lebih tepat apabila terlebih dahulu warung Googlediwujudkan melalui pembenahan berbagai persoalan yang masih terjadi di lingkungan UIN Madura.
"Kalau mengajak masyarakat menjaga dapurnya sendiri, seharusnya beliau melihat dulu dapur UIN Madura yang masih banyak perlu dibenahi, daripada mengomentari hal-hal di luar kewenangannya," ujar Zainal, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di lingkungan kampus yang memerlukan perhatian serius.
Ia menyebut beberapa di antaranya, seperti kondisi area parkir yang dinilai belum memadai, akses jalan yang rusak, sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan, pendingin ruangan yang kerap tidak berfungsi, hingga minimnya penerangan di kawasan kampus pada malam hari.
Selain itu, Zainal juga menyinggung sejumlah isu lain, mulai dari keberadaan papan nama kampus, pengadaan dua unit mobil Hiace, kondisi gedung rektorat yang disebut mengalami retakan, hingga pola kepemimpinan yang menurutnya terlalu terpusat pada rektor.
"Persoalan-persoalan itu seharusnya menjadi perhatian serius Ketua Senat sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan institusi. Benahi dulu rumah sendiri sebelum memberi nasihat kepada orang lain," tegasnya.
Zainal berharap, berbagai persoalan internal di UIN Madura dapat menjadi prioritas pembenahan sehingga kampus mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola kelembagaan.***