“Overload politisi, tetapi miskin negarawan,” ucapnya.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila, ia menjadi pengingat bahwa kemajuan suatu daerah atau bangsa tidak hanya ditentukan oleh banyaknya orang yang berebut kekuasaan.

Lebih dari itu, kemajuan membutuhkan sosok-sosok yang mampu menghadirkan ilmu, integritas, keteladanan, dan visi kebangsaan yang panjang.

Sebab bangsa yang besar tidak lahir dari kemewahan semata, melainkan dari tradisi berpikir, budaya belajar, dan keberanian melahirkan negarawan-negarawan baru untuk masa depan.***