Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari seluruh pelaku usaha melalui pembayaran pajak dan kewajiban lain yang telah diatur.
“Kalau pemerintah tidak mendapatkan pajak dari masyarakat dan pelaku usaha, lalu dari mana pembangunan daerah akan dibiayai?,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, dirinya mendukung tumbuhnya usaha kecil dan menengah, baik di sektor tembakau, makanan, minuman, pariwisata, maupun perhotelan. Namun pertumbuhan tersebut harus berjalan dalam koridor aturan yang berlaku.
“Industri kecil harus tumbuh, industri tembakau tumbuh, makanan dan minuman tumbuh, pariwisata tumbuh. Tetapi semua usaha harus taat aturan dan membayar kewajibannya kepada daerah,” katanya.
Baginya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan investasi dan aktivitas ekonomi, tetapi juga kesadaran kolektif bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan daerahnya.
Ketika Pendidikan Tak Lagi Menjadi Jalan Utama
Kegelisahan terbesar Khairul sesungguhnya terletak pada menurunnya penghargaan terhadap pendidikan.
Ia melihat semakin banyak generasi muda yang kehilangan keyakinan bahwa pendidikan merupakan jalan utama menuju kesuksesan. Sebagian justru percaya bahwa kekayaan dapat diraih tanpa proses belajar yang panjang.
“Orang akhirnya malas belajar karena melihat ada yang tidak sekolah tinggi tetapi bisa kaya. Padahal setiap kesuksesan yang legal pasti ditempuh lewat pendidikan dan proses belajar,” ujarnya.