KOLOM, MaduraPost - Perjalanan hidup Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tak dibangun dalam waktu singkat. Sebelum dikenal sebagai kepala daerah, ia telah melewati berbagai fase kehidupan, mulai dari berdagang, menjadi wartawan, menekuni dunia usaha, hingga akhirnya mengabdikan diri di jalur politik.

Achmad Fauzi kerap mengisahkan bahwa proses panjang tersebut dibentuk oleh nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan kebermanfaatan yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil.

Baginya, didikan sang ayah, Slamet Wongsojudo, dan ibundanya, Ainun, menjadi bekal utama dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Masa remaja menjadi salah satu periode paling berat setelah ia kehilangan kedua orang tuanya. Kondisi itu memaksanya belajar mandiri sejak usia muda.

Demi memenuhi kebutuhan hidup, Achmad Fauzi menekuni berbagai usaha kecil. Ia pernah berjualan beras, membuka jasa rental playstation, hingga menjalankan usaha setrum busi.

Beragam pekerjaan tersebut dijalaninya sebagai upaya bertahan di tengah keterbatasan ekonomi. Pengalaman itu pula yang membentuk karakter tangguh dan membuatnya terbiasa menghadapi persoalan hidup dengan cepat dan penuh ketekunan.

Di sela aktivitas mencari nafkah, Achmad Fauzi tetap mengembangkan minatnya di bidang kepenulisan. Ia aktif menghasilkan berbagai tulisan ilmiah maupun opini yang kemudian menjadi pintu masuk menuju dunia jurnalistik.

Keputusan merantau ke Jakarta pada 2001 menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Berbekal kemampuan menulis, ia memulai profesi sebagai wartawan di ibu kota.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan bertemu dan mengenal berbagai tokoh nasional sekaligus memperluas wawasan kepemimpinannya.