Semasa tinggal di Jakarta, Achmad Fauzi juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Pada 2004, ia dipercaya menjadi pengurus ranting GP Ansor Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Di sisi lain, ia tetap mengembangkan jiwa kewirausahaannya dengan terjun ke dunia bisnis. Sejak 2008, ia pernah menjabat sebagai Direktur Promosi di perusahaan periklanan PT Karin Disni Jaya.
Setelah memperoleh banyak pengalaman di perantauan, Achmad Fauzi memutuskan kembali ke kampung halamannya untuk mengabdikan diri melalui jalur politik.
Sebagai kader PDI Perjuangan, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Sumenep hasil Pilkada 2015, sekaligus dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep periode 2019–2024.
Karier politiknya terus berkembang hingga akhirnya terpilih sebagai Bupati Sumenep pada Pilkada 2020 bersama Dewi Khalifah. Selama masa kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat puluhan penghargaan di tingkat regional maupun nasional.
Selain raihan penghargaan, sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, peningkatan kunjungan wisata, tingkat pengangguran yang termasuk terendah di Jawa Timur, hingga meningkatnya nilai investasi di Kabupaten Sumenep, Madura.
Bagi Achmad Fauzi, seluruh perjalanan hidup yang telah dilaluinya bermuara pada satu tujuan, yakni menghadirkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
"Seluruh perjalanan hidup saya tidak lepas dari kedisiplinan dan nilai kebermanfaatan yang diajarkan oleh kedua orang tua. Apa yang saya lakukan hari ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat," kata Fauzi.
Capaian tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Achmad Fauzi kembali memperoleh mandat masyarakat pada Pilkada 2024. Berpasangan dengan KH Imam Hasyim, ia berhasil meraih suara terbanyak dan memenangkan kontestasi politik tersebut.