Sebelumnya, mahasiswa mengaku bahwa telah mengajak PT Garam (Persero) untuk melaksanakan audiensi. Hanya saja, karena tidak ada tanggapan yang serius maka harus turun ke jalan.
"Tapi kami kecewa, karena tidak ditemui langsung oleh direktur utama PT Garam (Persero). Makanya kami bakar ban sebagai bentuk kekecewaan kami. Kita sebenarnya tidak mau nantang, karena pihak PT Garam (Persero) bilang kita tidak punya data, makanya kita mau audiensi," paparnya.
"Di audiensi itu kita ingin minta proyektor. Nah dari situ kita akan jelaskan semua, begini loh temuan mahasiswa. Kami akan terus kawal ini. Pertama kita akan desak DPRD Sumenep untuk segera rampungkan peraturan daerah (Perda) Tataniaga Garam melalui legislatif," sambungnya.
Selanjutnya, mahasiswa akan meminta pertanggungjawaban dari PT Garam (Persero) tentang problem di garam lokal. Dilanjutkan dengan audiensi bersama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, untuk mengeluarkan kebijakannya tentang kesejahteraan petani garam di Sumenep.
RESPON SEKRETARIS PERUSAHAAN PT GARAM (PERSERO) TENTANG DATA NOL PADA TAHUN 2020 YANG DIBERIKAN KEPADA MAHASISWA