Ketua PMII+Sumenep" class="inline-tag-link">PC PMII Sumenep, Qudsiyanto menjelaskan, produksi garam tahun 2021 hanya memiliki kualitas 1, sementara kualitas 2 dan 3 di bawah malah di bawah harga tersebut.

Hal itu membuat mahasiswa menilai serapan garam Sumenep tahun ini dinilai sangat rendah.

"Kami minta PT Garam ini membantu Pemerintah setempat untuk menyerap garam lokal agar tinggi. Pada tahun 2021 serapan garam di Sumenep hanya berkisar 40 persen. Data yang diberikan PT Garam yang hanya satu halam ini ternyata pada tahun 2020 tidak menyerap garam lokal Kabupaten Sumenep. Sementara data tahun 2021 hanya berbentuk draf," ujar Qudsiyanto, pada sejumlah awak media.

Menurutnya, seharusnya PT Garam (Persero) wajib menyerap garam lokal untuk mensejahterakan petani garam. Ditambah dengan kualitas garam lokal, menurut analisa mahasiswa memang menggunakan sistem geomembran.