"Kita lakukan audiensi diskusi secara terbuka, dan disitulah kita akan paparkan data-data tersebut. Kita merasa, jika melakukan diskusi dengan cara seperti tadi, panas, maka tidak adakn efektif. Malah bisa jadi akan menimbulkan emosi dari mahasiswa, itu yang tidak kami inginkan," dalihnya.

Dia mengaku, PT Garam (Persero) sebenarnya seperti petani garam di bawah. Perusahaan milik BUMN ini juga dituntut oleh pemegang saham untuk mengelola kurang lebih 15 ribu hektar aset-aset PT Garam (Persero).

"Semuanya yang ada di Madura ini untuk menjadi garam. Karena kita bentuknya Persero, maka kita dituntut menggunakan konsep bisnis. Tetapi untuk masalah penyerapan garam rakyat dan bagaimana peran PT Garam (Persero) untuk meningkatkan kualitas garam petani, telah kita lakukan arahan dari direksi bahwa sudah menggandeng para koperasi," tukasnya.

Kenapa tidak langsung dengan para petani secara individu?