Kendati demikian, ia meyakini kehadiran Koperasi Merah Putih tidak akan menjadi ancaman bagi koperasi yang sudah lebih dulu beroperasi di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, setiap koperasi memiliki segmen usaha, karakter bisnis, dan pasar yang berbeda sehingga dapat berkembang secara bersamaan tanpa saling menggeser.

"Setiap koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Selama ini walaupun jumlah koperasi ratusan, tidak ada persoalan karena mereka punya pasar dan cara masing-masing," ungkapnya.

Untuk memperkuat pembinaan, Bupati Fauzi juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh koperasi di Kabupaten Sumenep.

Langkah itu diperlukan untuk mengetahui koperasi yang masih aktif maupun yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Ia menilai kualitas koperasi jauh lebih penting dibanding sekadar jumlah. Karena itu, koperasi yang mengalami persoalan harus dipulihkan agar kembali menjalankan fungsinya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

"Lebih baik jumlahnya sedikit tetapi semuanya aktif. Koperasi disebut sebagai sokoguru perekonomian. Yang sakit harus kita sembuhkan," pungkas Bupati Fauzi.***