EDITORIAL, MaduraPost - Perubahan kebijakan fiskal pemerintah yang menarik kembali sebagian dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari bank-bank pelat merah bertepatan dengan aktivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terus dipacu oleh BRI Branch Office (BO) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Di saat bersamaan, Branch Manager BRI BO Sumenep, Ali Topan, diketahui tengah menjalani cuti sekitar sepekan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan cuti tersebut.

Waktu pelaksanaannya yang berdekatan dengan perubahan arah kebijakan likuiditas nasional serta belum tuntasnya penyelesaian sejumlah persoalan lama di BRI Cabang Sumenep memunculkan perhatian publik.

Meski demikian, belum terdapat fakta yang menunjukkan adanya hubungan antara berbagai peristiwa tersebut. Redaksi MaduraPost telah beberapa kali berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Ali Topan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diberikan.

Perubahan Kebijakan Dana SAL

Majalah Tempo edisi 6 Juli 2026 melaporkan pemerintah mengubah kebijakan pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Dana yang sebelumnya ditempatkan di bank-bank milik negara sebagai penyangga likuiditas kini ditarik kembali untuk mendukung kebutuhan belanja pemerintah.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa SAL merupakan bantalan fiskal yang selama ini digunakan untuk menjaga stabilitas kas negara ketika penerimaan mengalami tekanan.

Sebelumnya, dana itu juga dimanfaatkan guna memperkuat kemampuan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam menyalurkan pembiayaan, terutama bagi sektor-sektor produktif.

Meski menjadi perhatian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun BRI yang menyebut perubahan kebijakan tersebut berdampak terhadap operasional BRI BO Sumenep ataupun berkaitan dengan cuti Ali Topan.

Penyaluran KUR Terus Berjalan

Di sisi lain, aktivitas pembiayaan usaha di BRI BO Sumenep tetap berlangsung. Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai Rp602,489 miliar yang disalurkan kepada pelaku usaha di sektor pertanian, perdagangan, perikanan, industri, serta sektor produktif lainnya.

Sebelumnya, Ali Topan menilai Sumenep memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.

"Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Sumenep melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Sumenep di bidang ekonomi kreatif yang tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha," ujar Ali Topan beberapa waktu lalu yang diulas kembali oleh MaduraPost pada hari ini, Senin (6/7).

Ia juga menegaskan bahwa komitmen BRI tidak hanya sebatas penyaluran modal.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," katanya.

Setelah penyampaian capaian penyaluran KUR tersebut, Ali Topan belum kembali terlihat memberikan keterangan kepada media.

Perkara Lama Belum Tuntas

Selain fokus pada penyaluran kredit baru, BRI Cabang Sumenep masih menyisakan persoalan terkait kasus kredit fiktif yang menggunakan SK pensiun milik Abd. Hamid.

Proses pidana dalam perkara itu telah berkekuatan hukum dengan putusan terhadap mantan teller Novia Arvianti. Namun perkembangan penyelesaian administratif, termasuk mengenai pemulihan hak nasabah dan kebijakan internal bank, hingga kini belum dijelaskan secara terbuka.

Kasus tersebut telah berlangsung melewati lima kali pergantian pimpinan cabang, yakni Hajar Sasongko, Novizar Rahim, Heru H, Diky Agietama, hingga Ali Topan.

Rentang waktu penyelesaiannya yang panjang memunculkan pertanyaan mengenai evaluasi tata kelola serta langkah mitigasi risiko yang telah dilakukan manajemen. Hingga kini, BRI belum menyampaikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelesaian aspek administratif perkara tersebut.

Permintaan Wawancara Belum Terpenuhi

Dalam beberapa pekan terakhir, wartawan berulang kali mengajukan permohonan wawancara kepada Ali Topan. Namun agenda tersebut terus mengalami penundaan dengan berbagai alasan.

"Iya. Mohon maaf hari ini bapak optimalisasi akhir bulan, jadi keliling ke unit-unit," ujar Sekretaris BRI Cabang Sumenep, Dewi, pada 13 Juni 2026.

Sehari berikutnya Dewi kembali menyampaikan jika Pimpinan BRI Cabang Sumenep, Ali Topan, belum juga bisa ditemui.

"Iya mohon maaf belum bisa. Saya belum bisa pastikan waktunya. Terimakasih mas," kata Dewi dalam pesan WhatsApp kepada wartawan MaduraPost.

Masih pada hari yang sama, Dewi kembali mengirimkan pesan kepada wartawan media ini.

"Maaf, kemaren sibuk akhir bulan, nanti biar dihubungi mas Rully ya," ucap Dewi. Kemudian pada 15 Juni 2026, Dewi menyampaikan alasan lain.

"Untuk agenda pertemuan dengan bapak mohon maaf belum bisa mas karena agenda bapak OTS dan kunjungan nasabah full hari ini. Maaf yaa," kata Dewi.

Selanjutnya diperoleh informasi bahwa Ali Topan sedang menjalankan perjalanan dinas ke Surabaya.

"Ada perjalanan dinas ke Surabaya 2 hari," kata Dewi.

Kemudian, informasi terakhir yang diterima wartawan MaduraPost menyebut pimpinan cabang sedang mengambil cuti.

"Maaf, Bapak masih cuti. Sekitar satu minggu," kata Dewi menegaskan, Senin (6/7).

Sementara itu, pesan konfirmasi yang dikirimkan ke nomor WhatsApp pribadi Ali Topan hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan balasan.

Menunggu Penjelasan Resmi

Sampai saat ini belum ada fakta yang membuktikan adanya keterkaitan antara cuti Ali Topan dengan perubahan kebijakan penempatan dana SAL maupun penyelesaian kasus kredit fiktif yang masih menyisakan pertanyaan.

Yang diketahui, ketiga peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, yakni perubahan kebijakan likuiditas pemerintah, percepatan penyaluran KUR oleh BRI BO Sumenep, serta cuti pimpinan cabang ketika upaya konfirmasi media belum berhasil dilakukan.

Karena itu, penjelasan resmi dari Ali Topan maupun manajemen BRI dinilai penting untuk memberikan kepastian informasi kepada publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola dan pelayanan perbankan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada Ali Topan, BRI Branch Office Sumenep, maupun kantor pusat BRI.

Apabila terdapat klarifikasi atau penjelasan resmi, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari pemenuhan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.***