"Festival ini menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan budaya yang mereka miliki. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi pesisir," paparnya.

Sepanjang kegiatan, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan dan pameran yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat pesisir.

Mulai dari tari-tarian khas pesisir, musik tradisional Madura, pameran alat tangkap ikan tradisional, miniatur perahu nelayan, hingga peragaan busana berbahan daur ulang.

Tak hanya itu, festival juga diramaikan dengan peluncuran buku tentang perempuan pesisir serta bazar kuliner yang menampilkan aneka produk olahan hasil laut karya para perempuan setempat.

Berbagai rangkaian acara tersebut sekaligus menjadi media edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Dasuk, para kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, Festival Perempuan Pesisir 2026 diharapkan mampu menjadi agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.***