SUMENEP, MaduraPost - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep bersama Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (DPD KPPI) Sumenep sukses menggelar Festival Perempuan Pesisir 2026 di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Kalender Event Sumenep 2026 tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Festival ini tidak hanya menjadi wadah hiburan, tetapi juga ruang untuk menampilkan berbagai potensi perempuan pesisir yang selama ini berkontribusi besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat nelayan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Mohammad Zaini mengatakan, bahwa festival tersebut merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam memberikan panggung yang lebih luas bagi perempuan pesisir, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan tersebut layak untuk terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang.

"Festival Perempuan Pesisir ini merupakan pertama kalinya digelar. Ke depan, festival ini akan menjadi agenda tahunan dalam kalender event yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sumenep," ujar Zaini, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan festival tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Selain memperkuat identitas lokal, kegiatan itu juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.

Hal senada disampaikan Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniyah. Menurutnya, festival tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan kepada publik bahwa perempuan pesisir memiliki peran yang sangat penting dalam menopang kehidupan keluarga nelayan dan pembangunan kawasan pesisir.

"Festival ini menjadi ruang bagi perempuan pesisir untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan budaya yang mereka miliki. Kami ingin masyarakat memahami bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi pesisir," paparnya.

Sepanjang kegiatan, pengunjung disuguhkan berbagai pertunjukan dan pameran yang menggambarkan kekayaan budaya masyarakat pesisir.

Mulai dari tari-tarian khas pesisir, musik tradisional Madura, pameran alat tangkap ikan tradisional, miniatur perahu nelayan, hingga peragaan busana berbahan daur ulang.

Tak hanya itu, festival juga diramaikan dengan peluncuran buku tentang perempuan pesisir serta bazar kuliner yang menampilkan aneka produk olahan hasil laut karya para perempuan setempat.

Berbagai rangkaian acara tersebut sekaligus menjadi media edukasi mengenai pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Dasuk, para kepala desa se-Kecamatan Dasuk, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, Festival Perempuan Pesisir 2026 diharapkan mampu menjadi agenda unggulan yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.***