SUMENEP, MaduraPost - Masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, soroti anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Selasa, 22 Maret 2022.

Aspirasi ini lahir dari Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Desa (GPMD). Mereka menilai, anggaran Pokir DPRD Sumenep saat ini masih terlalu tinggi.

Hal ini membuat pihaknya mengusulkan agar anggaran Pokir anggota DPRD Sumenep dipangkas, jika tidak ingin dihilangkan sama sekali.

“Saya tidak mengatakan Pokir dewan itu tidak penting. Tapi melihat situasi keuangan Sumenep saat ini yang sangat memperihatinkan dan PAD-nya turun akibat pandemi Covid-19, saya kira memangkas anggaran Pokir bisa jadi solusi," kata Direktur GPMD, Fathol Bari mengungkapkan pada sejumlah media, Selasa (22/3).

Dia menegaskan, tak hanya anggaran Pokir, anggaran perjalanan dinas harus dilakukan penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah saat ini. Minimal, kata Fathol, sampai semuanya kembali normal bahkan meningkat.