BANGKALAN, Madurapost.id - Ada beberapa alasan mengapa rencana pembelajaran tatap muka (PTM) untuk sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) di Bangkalan tidak dapat dilaksanakan secara serentak di kabupaten Bangkalan. Selasa (22/09/2020).

PTM yang sudah direncanakan akan digelar pada hari Senin (21/9/2020) itu harus dijadwalkan ulang, karena hingga saat ini belum intruksi langsung dari peraturan gubernur Jawa timur terkait PTM, melihat kondisi kabupaten Bangkalan masih masuk zona paling rawan di wilayah Madura dengan zona orange, serta angka kematian paling tinggi untuk kasus covid-19 di wilayah Jawa timur.

Gagalnya pelaksanaan TPM itu, dijelaskan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdik Jawa Timur cabang Bangkalan, Moh. Fauzi bahwa ketentuan TPM di musim pandemi itu regulasinya berbeda dengan hari-hari biasa, melihat peraturan gubernur (pergub) Jawa timur hingga saat ini belum terbit, walaupun tanggal 21 ada tpm serentak.

"Ada regulasi yang harus kami patuhi di tengah wabah covid-19, serta menunggu terbitnya pergub," tuturnya saat diwawancarai oleh awak media.

Lanjut Fauzi, bahwa pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan satgas covid di Bangkalan sambil menunggu pergub. Karena baginya akan ada nota dinas dari provinsi yang mengintruksikan PTM itu.