SUMENEP, MaduraPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat langkah regenerasi petani dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan usaha pertanian modern yang memanfaatkan teknologi.
Salah satu contoh keberhasilan datang dari Desa Ketawang Laok, Kecamatan Batang-Batang. Seorang petani milenial berhasil mengembangkan budidaya selada yang kini telah menembus berbagai pasar, mulai dari pasar tradisional, restoran, hingga memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan, kunjungannya ke lokasi budidaya tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap anak muda yang memilih berkarier di sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura.
Menurutnya, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yang mampu menghadirkan inovasi di sektor pertanian sehingga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.
"Kalau ada masyarakat yang menggunakan metode pertanian yang simpel dan memanfaatkan teknologi, Pak Bupati sangat senang. Apalagi usaha budi daya selada ini mulai digandrungi anak muda," katanya, Sabtu (18/7).
Pria yang akrab disapa Inung ini menjelaskan, bahwa petani muda tersebut membangun usahanya secara mandiri. Selain belajar secara otodidak, ia juga pernah mengikuti pelatihan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Kini hasil panennya tidak hanya dipasarkan ke berbagai pasar, tetapi juga memenuhi kebutuhan restoran dan program MBG.
Menurutnya, capaian itu membuktikan bahwa pertanian masih menyimpan peluang usaha yang menjanjikan bagi kalangan muda. Tingginya kebutuhan pasar terhadap komoditas hortikultura menjadi peluang yang patut dimanfaatkan.
"Pak Bupati sangat mengapresiasi aktivitas kepemudaan yang mulai menggandrungi dunia pertanian dan sudah mampu menghasilkan nilai ekonomis," ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, kata Inung, Bupati Sumenep telah meminta DKPP menyiapkan sejumlah program yang bertujuan mempercepat regenerasi petani.
Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian, terutama hortikultura.
"Selama ini minat pemuda terhadap sektor pertanian masih relatif rendah," tuturnya.
DKPP Sumenep menilai budidaya hortikultura, khususnya selada, memiliki prospek cerah karena permintaan pasar terus tumbuh. Selain teknik budidayanya relatif mudah diterapkan, komoditas ini juga menawarkan nilai jual yang kompetitif.
Untuk memperkuat pengembangan petani muda, pemerintah daerah akan memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pendampingan, bantuan benih, hingga penyediaan alat dan sarana pertanian.
"Nanti akan kami dorong melalui bantuan benih maupun alat-alat pertanian. Saat ini sudah cukup banyak anak muda yang mulai mengembangkan budi daya selada," tandasnya.***