Widiarti juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya ibu kandung korban memiliki hubungan khusus atau berselingkuh dengan J si Kepala Sekolah.
"E selaku ibu kandung korban dengan sengaja menghasut T untuk melakukan hubungan badan dengan J, karena diiming-imingi imbalan sejumlah uang oleh J," jelas Widiarti.
Widiarti menceritakan, berawal pada bulan Februari 2024, T selaku anak dari E atau korban, sempat meminta untuk dibelikan sepeda motor jenis Vespa Matic.
Kemudian E, meminta kepada J sang selingkuhan, untuk membelikan anaknya sepeda motor tersebut. Sementara J menyetujui permintaan E, dengan syarat anaknya harus mau diperkosa.
"J juga berkata, agar hubungan perselingkuhan antara pelaku E, dengan J tidak ketahuan orang, setelah itu pelaku membujuk dan merayu anak kandung T untuk berhubungan badan, dan setelah hubungan badan selesai akan dibelikan sepeda motor jenis Vespa Matic, sementara T menyetujuinya," kata Widiarti mengungkapkan.