"Melalui FGD ini kami mempertemukan semua pihak agar dapat memberikan penjelasan, konfirmasi, sekaligus testimoni terhadap pelaksanaan MBG selama ini. Harapannya lahir rekomendasi yang konstruktif agar program ini semakin baik," ujarnya.

Yono menambahkan, alasan lain dipilihnya tema MBG adalah munculnya berbagai respons masyarakat terhadap program tersebut.

"Pada umumnya orang yang menerima bantuan akan menyampaikan rasa terima kasih. Namun dalam pelaksanaan Program MBG justru muncul banyak protes di beberapa tempat. Mengapa hal itu terjadi? Apa penyebabnya? Itulah yang ingin kami pecahkan bersama melalui forum diskusi ini," pungkasnya.

Diketahui, FGD tersebut dihadiri berbagai unsur yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan Program MBG) mulai dari pemerintah daerah, legislatif, akademisi, tenaga kesehatan, hingga insan pers.

Sementara Dalam forum diskusi itu, PWRI Sumenep menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki keterkaitan dengan implementasi Program MBG, yakni Kepala KPPG Surabaya Kusmayanti, Anggota DPRD Sumenep Hairul Anwar dan Korwil MBG Sumenep, Kholilurrahman.

Kemudian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohamad Iksan, serta Ketua Tim Kerja Gizi Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep sekaligus Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Ahmaniyah. Sementara diskusi dipandu oleh Aliya Zahra, l, Duta Wicara Jawa Timur 2025, sebagai moderator.***