Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan FGD yang digagas PWRI Sumenep. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, menangkal hoaks, sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi publik.

"Media memiliki peran penting menyampaikan informasi yang benar, mengedukasi masyarakat, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Saya berharap forum ini dapat menjadi kontribusi nyata media dalam menjembatani harapan masyarakat dengan pelaksanaan Program MBG," ucapnya.

Joko mengatakan, seluruh program pemerintah, termasuk MBG yang menjadi program prioritas nasional, lahir dengan tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Meski demikian, ia mengakui pelaksanaannya di lapangan tetap membutuhkan masukan dari berbagai pihak.

"Pada dasarnya tidak ada program pemerintah yang niatnya tidak baik. Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Dalam pelaksanaannya tentu masih ada berbagai persoalan yang perlu dievaluasi bersama. Forum seperti ini menjadi ikhtiar yang sangat baik untuk mencari solusi," tuturnya.

Di akhir sambutannya, Joko berharap kolaborasi antara pemerintah, media, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar Program MBG dapat berjalan semakin optimal dan memberi manfaat yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono mengatakan, FGD tersebut merupakan agenda tahunan organisasi yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut dengan mengangkat tema berbeda sesuai isu yang berkembang di masyarakat.

"Tahun 2024 kami fokus mengawal isu petani tembakau. Tahun 2025 membahas masa depan olahraga Kabupaten Sumenep. Tahun ini kami memilih Program Makan Bergizi Gratis karena merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi perhatian publik," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Yono ini, sebagai organisasi profesi wartawan, PWRI memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta.

Selama pelaksanaan MBG di Kabupaten Sumenep, lanjutnya, media telah melakukan berbagai konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Dari proses tersebut muncul beragam pandangan yang perlu dipertemukan dalam satu forum.