PAMEKASAN, MaduraPost - Selain menyoroti persoalan appraisal, Direktur PT Linggarjati Trijaya Indah, Nanda Wirya Laksana, juga mempertanyakan pernyataan Pimpinan KC BSN Surabaya, Munawar Solihin, terkait peluang pertemuan langsung untuk membahas persoalan yang sedang berlangsung.
Hal itu disampaikan Wirya setelah Munawar sebelumnya menyebut dirinya dapat datang ke Surabaya apabila ingin berdiskusi secara langsung mengenai kendala yang dihadapi dalam proses kerja sama pembiayaan Perumahan Bukit Damai.
Menurut Wirya, upaya untuk bertemu langsung dengan pimpinan BSN Surabaya sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum persoalan tersebut menjadi perhatian publik.
Ia mengaku pernah meminta jadwal audiensi melalui Pimpinan BSN KCP Pamekasan, Krisno, menjelang Hari Raya Idulfitri. Permintaan tersebut, kata dia, telah diteruskan kepada pimpinan BSN di Surabaya. Namun hingga beberapa bulan berlalu, pertemuan yang diharapkan belum juga terlaksana.
"Sebelum Lebaran saya sudah meminta untuk dipertemukan dengan pimpinan BSN Surabaya melalui Pak Krisno. Saat itu disampaikan bahwa beliau sedang sangat sibuk sehingga belum bisa menerima pertemuan," ujar Wirya dalam keterangannya di Sumenep, Jumat (12/6) sore.
Menurutnya, keinginan untuk bertemu secara langsung bukanlah hal baru. Karena itu, ia menilai pernyataan yang disampaikan setelah persoalan tersebut menjadi sorotan publik menimbulkan tanda tanya tersendiri.
Wirya mengaku sempat beberapa kali menanyakan perkembangan permohonan audiensi tersebut kepada pihak BSN KCP Pamekasan. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait waktu maupun agenda pertemuan yang dimaksud.
Ia berharap komunikasi antara pihak pengembang dengan jajaran pimpinan BSN dapat dilakukan secara lebih terbuka agar persoalan yang terjadi tidak terus berlarut-larut.
Menurut Wirya, penyelesaian melalui dialog langsung akan lebih efektif dibandingkan komunikasi yang dilakukan melalui perantara, terlebih persoalan yang dibahas menyangkut kelanjutan kerja sama bisnis dan pembiayaan perumahan.