SUMENEP, MaduraPost - Perhelatan Madura Batik Fest 2026 resmi dimulai di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (20/05/2026).

Mengusung tajuk Batik Madura Bangkit: Merawat Warisan, Menguatkan Identitas Bangsa”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus penguatan kecintaan generasi muda terhadap khazanah lokal.

Agenda tersebut menghadirkan pelatihan serta lokakarya membatik bagi kalangan pelajar. Selain itu, panitia juga menyiapkan pameran batik yang direncanakan berlangsung dalam satu bulan mendatang.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi pelajar dalam upaya pelestarian budaya.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Sumenep, Huzbul Wathan, yang hadir mewakili Bupati Sumenep, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para sponsor.

Ia menilai pengembangan batik bukan semata perkara menjaga tradisi, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak para pemuda untuk ikut mengembangkan batik. Pemkab Sumenep sendiri terus mendukung pengembangan batik, salah satunya dengan menjadikan batik sebagai seragam pejabat setiap hari Jumat,” ujarnya, Rabu (20/5).

Menurutnya, komitmen menjaga budaya harus terus diperkuat agar batik semakin mengakar di tengah masyarakat Sumenep.

“Selain batik, melalui keputusan bupati juga telah memasukkan keris sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Sayuti selaku penyelenggara menegaskan Madura Batik Fest 2026 bukan agenda seremonial semata, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai terpinggirkan.

“Acara ini akan panjang dan berlanjut. Nanti akan kami buat pamerannya juga. Kami ingin mengangkat budaya Sumenep,” katanya.

Ia menyebut, dalam kurun satu tahun mendatang, pihaknya menargetkan setidaknya enam agenda kebudayaan, terutama bagi tradisi yang kian jarang mendapat perhatian publik.

“Kami berharap peserta yang hadir hari ini nanti bisa hadir kembali pada kegiatan bulan depan. Ini akan menjadi gerakan bersama untuk menjaga budaya,” imbuhnya.

Ketua IPNU Sumenep, Ainun Yakin, menegaskan keterlibatan IPNU dan IPPNU menjadi wujud kepedulian pelajar terhadap pelestarian budaya Madura, khususnya batik.

“Sebagai organisasi yang fokus di bidang pendidikan, IPNU dan IPPNU hadir untuk ikut melestarikan budaya di Madura, khususnya batik,” ujarnya.

Ia berharap para pelajar mampu tampil sebagai duta budaya yang aktif memperkenalkan batik kepada masyarakat luas.

“Pelajar adalah generasi muda yang akan bertanggung jawab di masa depan. Karena itu, tugas melestarikan budaya bukan hanya milik pemerintah atau tokoh budaya saja, tetapi menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat,” tandasnya.***