SUMENEP, MaduraPost – Berbagai problematika yang terjadi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian serius Ketua BEM STKIP PGRI Sumenep, Noris Sabit.

Noris menyoroti sejumlah isu krusial yang memerlukan perhatian dan tindakan tegas dari pihak Disdik.

Beberapa permasalahan yang mencuat antara lain pungutan liar (pungli) yang meresahkan masyarakat, tindakan tidak etis yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), serta kasus pelecehan seksual yang mencemarkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Tidak hanya itu, Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep baru-baru ini meluncurkan program rehabilitasi untuk 15 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan anggaran sebesar Rp16 miliar rupiah.

Program ini menambah daftar panjang isu yang perlu diawasi dengan ketat.