Namun jika dapur-dapur MBG belum merata, maka impian besar itu masih akan menggantung di udara.

Agar program ini benar-benar terasa manfaatnya, dibutuhkan percepatan pembangunan dapur di seluruh kabupaten dan kecamatan. Tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan pemda, lembaga pendidikan, hingga masyarakat sekitar.

Dapur MBG sejatinya bisa menjadi wadah gotong royong baru di tingkat lokal — tempat pemerintah, warga, dan relawan bekerja bersama untuk anak-anak.

Selain percepatan, aspek pengawasan dan evaluasi juga penting. Makanan yang disajikan harus sesuai standar gizi, aman dikonsumsi, dan benar-benar tepat sasaran. Program sebaik apapun akan kehilangan maknanya jika pelaksanaannya tidak diawasi dengan serius.

Program Makan Bergizi Gratis sudah membawa semangat besar: menyiapkan generasi muda yang sehat, kuat, dan cerdas. Namun, semangat itu tidak boleh berhenti di tataran slogan atau peresmian simbolik.