Dari dapur inilah semua bahan makanan segar diolah sesuai standar gizi nasional, lalu diantarkan setiap hari ke sekolah penerima manfaat.

Sayangnya, sistem ini masih berjalan setengah jalan. Di beberapa daerah, dapur MBG sudah berdiri kokoh, lengkap dengan tenaga masak, peralatan higienis, dan sistem distribusi yang teratur.

Namun di daerah lain, terutama wilayah pedesaan dan pelosok, dapur tersebut belum juga dibangun.

Akibatnya, ribuan siswa di daerah-daerah itu hanya bisa mendengar cerita tentang teman-temannya di tempat lain yang sudah merasakan makan bergizi gratis setiap siang.