Belum lagi urusan teknis seperti suplai bahan makanan, sumber air bersih, dan perekrutan tenaga dapur yang memang tidak bisa dilakukan asal-asalan. Semua ini membuat pelaksanaan di lapangan menjadi tidak secepat yang diharapkan.

Padahal, kalau ditarik ke makna dasarnya, MBG bukan hanya soal makan gratis. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang cukup gizi akan tumbuh lebih sehat, lebih fokus saat belajar, dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Bukan rahasia lagi, banyak pelajar di daerah terpencil seringkali berangkat sekolah tanpa sarapan, atau hanya minum teh hangat sebelum berangkat. Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi mereka untuk berkonsentrasi penuh di kelas.

Program MBG sejatinya hadir untuk menutup celah itu — memastikan setiap anak Indonesia, dari kota hingga desa, mendapat hak yang sama untuk belajar dengan perut kenyang dan pikiran segar.