Sementara mereka, masih harus membawa bekal seadanya dari rumah — bahkan ada yang hanya mengandalkan jajan di warung sekitar sekolah.

Pemerintah pusat sebenarnya sudah merancang tahapan pelaksanaan MBG agar berjalan secara bertahap dan terukur.

Tahap pertama difokuskan untuk daerah dengan akses mudah dan fasilitas memadai, sebelum diperluas ke wilayah lain. Pendekatan ini masuk akal agar kualitas makanan dan distribusinya tetap terjamin.

Tapi di sisi lain, pola bertahap ini menimbulkan kesenjangan rasa: sebagian pelajar sudah menikmati makan bergizi, sementara sebagian lainnya masih menunggu giliran yang belum jelas waktunya.

Beberapa daerah bahkan masih terkendala masalah lahan, perizinan, hingga koordinasi antar instansi.