JAKARTA, MaduraPost - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi memastikan sebanyak 36 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdiri di area pemasyarakatan bakal mulai beroperasi pada akhir Mei 2026.
“Mudah-mudahan akhir Mei (beroperasi). Saat ini ada 18 (titik) ditambah 18 lagi, jadi baru 36 dapur sudah dikerjakan, sudah dibangun. Akhir Mei akan jalan,” kata Mashudi di Jakarta, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, dukungan terhadap program MBG dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan menyiapkan lahan lembaga pemasyarakatan (lapas) sebagai lokasi pembangunan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Secara keseluruhan, Ditjenpas memperoleh alokasi 70 titik pembangunan dapur MBG. Dari jumlah tersebut, 36 lokasi tengah dalam tahap akhir konstruksi dan ditargetkan siap difungsikan tahun ini.
Mashudi menegaskan, pembangunan dapur dilakukan baik di dalam maupun di luar kompleks lapas, tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
Dalam skema ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menyewa lahan dan membayar biaya sewa sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang masuk ke kas negara.
“Jadi ada (dapur MBG), baru mendapatkan 70 titik dapur MBG, yang mana itu akan dilakukan di tempat lapas, di luar perkarangan lapas, di situ akan dibangun sesuai aturan. Dia (BGN) membayar PNBP, sewa tanahnya harus bayar,” katanya menjelaskan.
Tak hanya menyediakan lahan, Ditjenpas juga menyiapkan tenaga kerja dapur dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Setiap dapur akan diisi 46 pekerja, terdiri atas 26 tenaga profesional dan 20 warga binaan.
“Nanti pekerjanya itu ada 46 orang, dari 26 yang profesional, yang 20 dari warga binaan yang sudah diasesmen bisa bekerja di dapur untuk melayani MBG,” ujar Mashudi.