SAMPANG, MaduraPost - Kasus dugaan kekerasan antara seorang guru dan murid di SMP Negeri 1 Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kini berujung damai secara kekeluargaan.
Kesepakatan damai itu diperoleh setelah kedua belah pihak mengambil jalur islah atau saling memaafkan. Mediasi tersebut dihadiri perwakilan orang tua siswa yang menjadi korban dan oknum guru yang sempat dilaporkan ke polisi.
Pertemuan itu juga di saksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan PGRI, serta Plt Kepala sekolah setempat.
Meski berujung damai, orang tua siswa tetap meminta sejumlah syarat kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) agar membuat kebijakan yang sekiranya tidak muncul lagi kasus yang sama.
"Ada dua poin yang kami minta, pertama agar bapak Kadisdik membuat kebijakan-kebijakan yang sekiranya tidak muncul lagi kasus yang sama. Kemudian yang kedua adanya jaminan kepada anak kami untuk tidak di perlakukan diskriminasi di sekolah," kata Abdus Salam mewakili orang tua korban.