Ia juga meminta maaf kepada para orang tua murid yang menjadi korban kekerasan oknum guru tersebut. Dirinya menegaskan jika saat ini ada SOP khusus terkait penanganan kenakalan siswa.

"Atas nama pribadi dan sekolah kami minta maaf, tapi kejadian tersebut emang saya tidak mengetahuinya seperti apa. Saat ini, kami sudah ada SOP penanganan kenakalan siswa," tandas Arief.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang Edi Subianto meminta kepada guru agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting dalam mendidik.

"Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran kita bersama, sebab dengan adanya kasus ini seakan-akan guru itu lebih mengutamakan mengajar. Padahal, tugas guru adalah 3M yakni Mengajar, Mendidik dan Melatih," tutur Edi.

Edi mengatakan, supaya hal serupa tidak terjadi, ia pun telah melakukan road show ke seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP.